Sabtu, 14 September 2013

observasi strategi pembelajaran

BAB I
PENDAHULUAN

1.1  Latar Belakang
Indonesia merupakan Negara yang saat ini sedang berkembang. Seiring berjalannya waktu dengan semakin pesatnya perkembangan jaman dan teknologi, peningkatan kualitas sumber daya manusia khususnya dalam bidang pendidikan sangat dibutuhkan. Pendidikan pada era globalisasi ini sudah menjadi suatu kebutuhan pokok yang harus dipenuhi oleh setiap orang. Adanya pendidikan sangat memengaruhi kualitas suatu bangsa. Mahasiswa calon guru sekolah dasar perlu sejak dini mengetahui tentang cara mengajar yang baik. Banyak faktor yang mempengaruhi keberhasilan guru dalam melaksanakan proses belajar mengajar di kelas. Salah satu diantaranya adalah strategi pembelajaran yang diterapkan oleh guru. Strategi belajar mengajar merupakan pola umum perbuatan guru-murid didalam perwujudan kegiatan belajar mengajar yang menunjuk kepada karakteristik abstrak dari pada rentetan perbuatan guru-murid tersebut.
Strategi pembelajaran sangat menunjang proses pembelajaran. Pemilihan strategi pembelajaran sangat menunjang terjadinya proses pembelajaran yang menyenangkan. Dalam mengajar guru harus pandai menggunakan strategi secara arif dan bijaksana. Pandangan guru terhadap anak didik akan menentukan sikap dan perbuatan. Setiap guru tidak selalu mempunyai pandangan yang sama dalam menilai anak didiknya. Karena pada dasarnya tiap anak memiliki karakteristik yang berbeda-beda. Guru harus menguasai setiap perbedaan pada anak SD. Kemampuan anak SD pun berbeda-beda. Guru tidak boleh memaksakan kemampuan siswa yang kurang dengan siswa yang kemampuannya tinggi. Selain itu, guru juga harus pandai mengelola kelas agar tercipta pembelajaran yang aktif dan menyenangkan. Hal ini yang mempengaruhi strategi yang diambil guru dalam pembelajaran. Jika guru sudah menerapkan strategi pembelajaran yang tepat, maka tujuan pembelajaran akan dapat tercapai.
Pengetahuan tentang strategi-strategi mengajar sangat diperlukan oleh para pendidik, sebab salah satu indikator berhasil atau tidaknya siswa belajar sangat bergantung pada tepat atau tidaknya strategi mengajar yang digunakan oleh guru. Oleh karena itu, mahasiswa sebagai calon guru sekolah dasar perlu melaksanakan observasi awal guna mengamati strategi pembelajaran yang digunakan seorang guru dalam proses pembelajaran. Strategi pembelajaran biasanya tercantum di dalam RPP. Observasi ini, nantinya akan sangat berguna bagi calon guru agar bisa menerapkan proses pembelajarn yang lebih baik lagi dan bisa menerapkan strategi yang tepat. Maka dari itu penulis mengadakan observasi mengenai hal tersebut pada salah satu SD yang ada di singaraja yaitu SD Negeri 2 Padang Bulia.

1.2  Tujuan
Observasi ini bertujuan untuk:
a)      Mengetahui jenis strategi yang diterapkan dalam proses pembelajaran kelas II SDN 2 Padangbulia.
b)      Mengetahui kesesuaian strategi dengan tujuan pembelajaran yang hendak dicapai.
c)      Mengetahui kesesuaian strategi dengan langkah-langkah pembelajaran.
d)     Mengetahui kesesuaian strategi pembelajaran yang dirancang dalam RPP dengan aplikasinya dalam proses pembelajaran.
e)      Mengetahui kelebihan dan kekurangan strategi pembelajaran yang diterapkan
f)       Mengetahui efektivitas strategi pembelajaran yang diterapkan.

1.3  Manfaat
Adapun manfaat observasi yang dilakukan adalah:
1.         Bagi guru
Melalui observasi ini diharapkan guru dapat merefleksi pelaksanaan kegiatan pembelajaran tentang pentingnya penggunaan strategi dalam pelaksanaan pembelajaran di kelas agar proses pembelajaran yang dilakukan bisa lebih inovatif dan menyenangkan sesuai dengan karakteristik siswa.
2.         Bagi penulis
Melalui observasi ini diharapkan penulis mengetahui keadaan real di lapangan mengenai penggunaan media. Sehingga nantinya dapat mengaplikasikan ilmu yang diterimanya di bangku perkuliahan khususnya mengenai penggunaan strategi dalam proses pembelajaran.























BAB II
HASIL DAN PEMBAHASAN

2.1 HASIL OBSERVASI
Nama Sekolah                  : SD Negeri 2 Padangbulia
Alamat                             : Desa Padangbulia, Kecamatan Sukasada.
Status Sekolah                 : Negeri
Luas Tanah                       : 17 are
Jumlah Ruang Kelas        : 6 ruangan
Nama Kepala Sekolah      : I. Gst. A. Pt Sri Darmawati, S.Pd.
NIP                                  : 19720225 199203 2 009
Guru Pengajar                  : Ni Luh Saring
NIP                                  : 19630322 198507 2 001
Mata Pelajaran                 : PKN
Kelas yang diobservasi    : II
Semester                           : 2

TABEL 2.1
Hasil Observasi SDN 2 Padangbulia
No
Komponen Observasi
Hasil Observasi
1
Jenis strategi yang digunakan dalam proses pembelajaran kelas II SDN 2 Padangbulia
Hasil observasi yang dilakukan di SDN 2 Padangbulia untuk siswa kelas II pada mata pelajaran PKN, guru menerapkan strategi ceramah dalam proses pembelajaran.
2
Kesesuaian penerapan strategi dengan tujuan pembelajaran
Untuk mencapai tujuan pembelajaran yang sesuai dengan RPP, penggunaan strategi ceramah kurang tepat diterapkan.
3
Kesesuaian penerapan strategi dengan langkah-langkah pembelajaran
Strategi yang digunakan oleh guru sesuai dengan langkah-langkah pembelajaran yang tercantum dalam RPP, namun langkah-langkah pembelajaran yang tercantum dalam RPP belum sesuai dengan Permen 41.
4
Kesesuaian strategi pembelajaran yang dirancang dalam RPP dengan aplikasinya dalam proses pembelajaran
Strategi yang dirancang dalam RPP sesuai dengan aplikasi/penerapannya di kelas.
5
Kelebihan strategi yang diterapkan
1.     Dapat diikuti oleh semua peserta didik
2.    Guru dapat mengontrol keadaan kelas
3.    Guru dapat mengatur pokok-pokok materi yang disampaikan
6
Kekurangan strategi yang diterapkan
1.    Membosankan
2.    Siswa susah memahami materi/informasi yang disampaikan
3.    Siswa menjadi pasif
7
Efektivitas strategi pembelajaran yang diterapkan
Tidak efektif.

2.2 PEMBAHASAN
A.      Jenis Strategi yang Dipilih
Hasil observasi yang dilakukan di SDN 2 Padangbulia untuk siswa kelas II pada mata pelajaran PKN, guru menerapkan strategi ceramah dalam proses pembelajaran. Namun dalam RPP, strategi ini didukung dengan beberapa metode pembelajaran yaitu diskusi, penugasan, kuis dan tanya jawab. Pada dasarnya banyak jenis strategi yang dapat diterapkan oleh guru dalam proses pembelajaran. Penerapan strategi pembelajaran harus mempertimbangkan beberapa faktor, salah satunya adalah karakteristik siswa yang diajar. Hal ini dianggap penting karena strategi pembelajaran yang dipilih guru akan menunjang tercapainya suatu tujuan pembelajaran. Sebaliknya apabila guru salah dalam menentukan strategi yang akan diterapkan dalam proses pembelajaran, tujuan pembelajaran yang ingin dicapai guru tidak akan tercapai. Maka dalam memulai suatu perencanaan pembelajaran harus dimulai dari pemilihan strategi yang cocok bagi peserta didiknya. 

B.       Kesesuaian Penerapan Strategi dengan Tujuan Pembelajaran yang Hendak Dicapai
Untuk mencapai tujuan pembelajaran yang sesuai dengan RPP, penggunaan strategi ceramah kurang tepat diterapkan. Tujuan pembelajaran yang terdapat dalam RPP yaitu, (1) Memahami dan membiasakan melakukan sikap demokratis dalam kehidupan sehari-hari. (2) memahami dan menampilkan nilai-nilai pancasila dalam kehidupan sehari-hari. (3) Membiasakan untuk bersikap jujur, disiplin, dan senang bekerja. (4) Merasakan manfaat hidup penuh dengan nilai-nilai pancasila, misalnya berprilaku jujur, disiplin, lapang dada, dan senang bekerja. Dari penjabaran di atas strategi simulasi hendaknya lebih cocok diterapkan dalam proses pembelajaran tersebut, karena straegi simulasi memiliki beberapa keunggulan yaitu siswa memperoleh pengalaman langsung dalam situasi yang nyata, menyenangkan bagi siswa, interaksi siswa dapat menimbulkan keakraban, dll.
Karekteristik siswa kelas dua pada umumnya masih pada tahap operasional Konkret (Taksonomi Bloom). Pada tahap ini siswa cenderung dalam memahami suatu masalah atau pelajaran dengan bantuan benda-benda konkret, bukan secara abstrak yang hanya dengan menjelaskan suatu hal tanpa adanya suatu contoh yang nyata. Aplikasi strategi ceramah pada umunya lebih menjurus kepada menjelaskan suatu materi secara langsung tanpa dibantu dengan suatu hal yang bersifat nyata. Oleh karena itu strategi yang cocok adalah strategi simulasi.

C.      Kesesuaian Penerapan Strategi dengan Langkah-Langkah Pembelajaran
Strategi yang digunakan oleh guru sesuai dengan langkah-langkah pembelajaran yang tercantum dalam RPP, namun langkah-langkah pembelajaran yang tercantum dalam RPP belum sesuai dengan Permen 41. Dalam Permen 41 dijabarkan mengenai kegiatan inti yang terdiri dari eksplorasi, elaborasi dan konfirmasi. Namun RPP yang dibuat guru yang diobservasi tidak mencantumkan penjabaran dari kegiatan inti tersebut. Langkah-langkah pembelajaran pada tahap eksplorasi pada dasarnya mencantumkan kegiatan siswa mencari informasi tentang topik atau materi yang akan dipelajari dengan memanfaatkan buku sumber yang ada. Pada tahap elaborasi siswa berusaha memecahkan suatu masalah yang diberikan oleh guru dengan berbagai kegiatan (diskusi, tanya jawab, sharing, dll). Setelah menemukan solusi dalam pemecahan masalah tersebut, kemudian dilakukan kegiatan presentasi untuk diberikan suatu tanggapan oleh siswa maupun guru. Pada tahap konfirmasi guru memberikan tanggapan mengenai pernyataan atau jawaban dari siswa yang dianggap masih kurang tepat agar kesalahan pemahaman konsep dapat diminimalisir. Berdasarkan pengamatan, strategi yang diterapkan dalam proses pembelajaran adalah strategi ceramah, Hal ini dibuktikan pada salah satu komponen RPP yaitu langkah-langkah pembelajaran sudah sesuai dengan strategi yang diterapkan. Langkah-langkah pembelajaran pada kegiatan inti sudah mencantumkan penjabaran strategi ceramah pada butir satu, dan lima dan tujuh. (RPP Terlampir)

D.      Kesesuaian Strategi Pembelajaran yang Dirancang dalam RPP dengan Aplikasinya dalam Proses Pembelajaran
Strategi yang dirancang dalam RPP sesuai dengan aplikasi/penerapannya di kelas. Strategi yang tercantum dalam RPP adalah strategi ceramah namun tidak tercantum secara implisit. Hal ini sesuai dengan aplikasinya di kelas yaitu guru menerapkan strategi ceramah dalam proses pembelajaran. Langkah-langkah pembelajaran yang guru lakukan pada saat pengamatan yaitu guru menjelaskan materi tentang kedisiplinan dan kejujuran, sedangkan siswa mencatat materi yang dijelaskan oleh guru. Langkah selanjutnya siswa diberikan beberapa pertanyaan secara lisan berkaitan dengan materi yang dijelaskan oleh guru. Kemudian siswa yang ditunjuk berusaha menjawab pertanyaan tersebut. Beberapa pertanyaan yang kurang tepat dijawab oleh siswa langsung dikonfirmasi oleh guru. Hal tersebut menunjukkan bahwa strategi yang tercantum dalam RPP sesuai dengan penerapannya di kelas.

E.       Kelebihan dan Kekurangan Strategi yang Diterapkan
Adapun kelebihan dan kekurangan dari strategi ceramah adalah sebagai berikut.
TABEL 2.2
KELEBIHAN DAN KEKURANGAN STRATEGI CERAMAH
No
Strategi Ceramah
Kelebihan
Kekurangan
1
Lebih mudah diterapkan
Siswa kurang memperhatikan penjelasan guru
2
Lebih mudah mengorganisasi kelas
Siswa cenderung terlihat bosan
3
Guru dapat mengatur pokok-pokok materi yang diajarkan
Proses pembelajaran tidak inovatif
4
Guru dapat mengontrol keadaan kelas
Pembelajaran hanya dilakukan satu arah
5
Dapat diikuti oleh peserta didik dalam jumlah besar
Siswa terlihat pasif
6

Kurang memanfaatkan media pembelajaran yang ada

Kekurangan-kekurangan yang ditemukan pada saat observasi hendaknya bisa diatasi dengan berbagai cara/solusi antara lain.
1.        Strategi ceramah dalam penerapannya divariasikan dengan beberapa metode yang mendukung
2.        Membangun minat siswa dengan menyajikan materi yang menarik
3.        Memberikan kesempatan siswa untuk bertanya
4.        Guru harus kreatif menciptakan situasi belajar yang menyenangkan

F.       Efektivitas Strategi Pembelajaran yang Diterapkan
Berdasarkan hasil pengamatan yang dilakukan di kelas, penerapan strategi ceramah pada proses pembelajaran dirasakan kurang efektif. Hal ini dibuktikan dengan banyaknya siswa yang tidak mendengarkan penjelasan dari guru saat proses pembelajaran, melainkan banyak siswa yang berbincang-bincang dengan teman-teman sekitarnya. Pada proses tanya jawab sebagian besar siswa kurang aktif dalam kegiatan ini bahkan terdapat beberapa siswa yang tidak bisa menjawab pertanyaan yang diberikan oleh  guru. Dengan banyaknya siswa yang tidak bisa menjawab pertanyaan dari guru maka dikhawatirkan tujuan pembelajaran tidak akan tercapai, karena soal (evaluasi) merupakan indikator pengukuran tercapainya suatu tujuan pembelajaran. Maka dapat disumpulkan bahwa penggunaan strategi ceramah kurang tepat diterapkan dikelas II SDN 2 Padangbulia. Seharusnya guru segara mengganti strategi yang digunakan atau memodifikasi dengan menerapkan bantuan metode-metode inovatif yang mendukung strategi ceramah. Sehingga nantinya ada perbaikan sikap dan kemampuan kognitif siswa yang lebih baik lagi serta pembelajaran I2M3 (Inovatif, Inspiratif, Menantang, Menyenangkan, dan Memotifasi) dapat terlaksana.





























BAB III
PENUTUP

3.1    Simpulan
1.      Hasil observasi yang dilakukan di SD 2 Padangbulia untuk siswa kelas II pada mata pelajaran PKN, guru menerapkan strategi ceramah dalam proses pembelajaran.
2.      Untuk mencapai tujuan pembelajaran yang sesuai dengan RPP, penggunaan strategi ceramah kurang tepat diterapkan.
3.      Strategi yang digunakan oleh guru sesuai dengan langkah-langkah pembelajaran yang tercantum dalam RPP, namun langkah-langkah pembelajaran yang tercantum dalam RPP belum sesuai dengan Permen 41.
4.      Strategi yang dirancang dalam RPP sesuai dengan aplikasi/penerapannya di kelas.
5.      Kelebihan dari strategi pembelajaran yang dipilih adalah strategi ceramah lebih mudah diterapkan, lebih mudah mengorganisasi kelas, guru dapat mengatur pokok-pokok materi yang diajarkan, guru dapat mengontrol keadaan kelas, dan dapat diikuti oleh peserta didik dalam jumlah besar.
6.      Kekurangan dari strategi pembelajaran yang dipilih adalah siswa kurang memperhatikan penjelasan guru, siswa cenderung terlihat bosan, proses pembelajaran tidak inovatif, pembelajaran hanya dilakukan satu arah, siswa terlihat pasif, dan kurang memanfaatkan media pembelajaran yang ada.
3.2    Saran
Dalam melaksanakan proses pembelajaran hendaknya guru harus mem Rencana Pelaksanaan Pembelajaran yang nantinya digunakan sebagai pedoman agar tujuan pembelajaran dapat tercapai. Guru juga harus menggunakan strategi pembelajaran yang sesuai dengan karakteristik peserta didik agar pembelajaran bisa lebih efektif.